sogoslot link alternatif

2024-10-07 23:43:51  Source:sogoslot link alternatif   

sogoslot link alternatif,togel ular kecil,sogoslot link alternatifJakarta, CNN Indonesia--

Sejumlah anak muda di Chinamemilih untuk tidak mempunyai dan membesarkan anak.

Mereka mantap dengan pilihannya itu karena merasa sudah kelelahan kerja hingga beban biaya yang tinggi untuk membesarkan anak di China.

Lihat Juga :
Wakil PM Australia di Depan Prabowo Tegaskan Tak Dukung Papua Merdeka

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengejar karier ketimbang berkeluarga

Masalah masa depan anak muda di China dihantui oleh berbagai dinamika. Salah satunya merupakan krisis finansial.

Generasi Z di China, khususnya wanita, lebih memilih untuk mengejar karier dan hidup secara independen.

"Menabung dan fokus terhadap karier menjadi prioritas saya karena saya sudah merasa lelah sepulang kerja," ucap Awen seorang desainer kepada CNBC.

Karier seringkali menjadi alasan saat diminta orang tua untuk berkeluarga. Terlebih, dari wanita di China merasa lebih bahagia jika hidup sendiri.

Populasi wanita di China sebanyak 698 juta, sedangkan persentase penduduk perempuan sebesar 48,99 persen berbanding 51,01 persen dengan penduduk laki-laki.

Lihat Juga :
Dubes Jepang Bicara Resesi Ekonomi, Butuh Pekerja RI di Negaranya

Angka populasi wanita yang lebih rendah menjadi kekhawatiran utama bagi pemerintah China.

Berkeluarga sudah tidak terlalu dibutuhkan

Angka kelahiran yang terus menurun lantaran minat anak-anak muda untuk berkeluarga mulai berkurang.

Salah satu perempuan warga China, Janet Song, mengatakan pada wawancaranya dengan South China Morning Post, kehadiran seorang suami atau anak tidak akan membantunya untuk hidup sukses.

Liu Xin, seorang direktur kreatif di sebuah agensi periklanan juga mengakui bahwa "'Hidup untuk diri sendiri' telah menjadi kampanye periklanan yang digunakan untuk menarik konsumen wanita lantaran banyak konsumen wanita di bawah umur 35 tahun hanya ingin menyenangkan dirinya sendiri".

Sementara itu, Profesor Yang Hu mengatakan bahwa China harus melakukan sesuatu untuk mendorong wanita agar mau punya anak, seperti dikutip dari ABC Net.

Sebelumnya, sejumlah negara di Kawasan Asia belakangan menjadi sorotan karena dilanda resesi seks hingga memicu darurat nasional.

Lihat Juga :
Pilot Veteran Australia Beber Teori Konspirasi Malaysia MH370 Lenyap

China termasuk ke dalam satu negara di Asia yang mengalami penyusutan populasi sebanyak 2.08 juta orang pada 2023. Penyusutan populasi ini juga terjadi saat pertumbuhan ekonomi China hanya tumbuh 5,2 persen selama 2023.

Bahkan presiden Xi Jinping mencoba kebijakan baru untuk meningkatkan angka kelahiran di negara tersebut melalui insentif keuangan dan meningkatkan fasilitas penitipan anak.

Terlebih, pada 15 November Xi Jinping turut menandatangani kebijakan untuk menyempurnakan kebijakan keluarga berencana: pasangan yang salah satunya adalah anak tunggal diizinkan untuk memiliki dua anak.

(val/bac)

Read more